JICT Perkuat Logistik Pelabuhan dengan Alat EV Modern Terbaru

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00:56 WIB
JICT Perkuat Logistik Pelabuhan dengan Alat EV Modern Terbaru

JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) resmi mengoperasikan dua unit Side Loader Electric Vehicle (EV) dan dua unit Reach Stacker EV pada Senin, 27 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi JICT untuk memperkuat modernisasi peralatan dan meningkatkan kinerja terminal di tengah persaingan industri pelabuhan yang semakin ketat.

Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono, menegaskan bahwa tambahan alat EV tidak sekadar menambah kapasitas. Namun, investasi ini juga memperkuat fundamental operasi JICT agar tetap unggul dan relevan di pasar nasional maupun global.

“Kami menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks: pertumbuhan volume, tuntutan kecepatan layanan, dan persaingan regional yang ketat,” ujar Budi saat peresmian alat. Ia menambahkan, penambahan alat EV adalah jawaban atas tantangan produktivitas sekaligus membuka peluang JICT bersaing lebih agresif.

Dengan kehadiran unit Side Loader dan Reach Stacker EV, JICT mampu memperkuat kemampuan penanganan petikemas. Hal ini diharapkan mengimbangi peningkatan throughput sekaligus mengurangi potensi bottleneck di lapangan.

Budi menjelaskan, alat EV menawarkan respons yang lebih stabil dan getaran minimal. Teknologi listrik juga memungkinkan handling lebih presisi dan tingkat kesiapan alat (equipment readiness) meningkat signifikan.

Tingkat kesiapan alat yang tinggi memberikan kepastian operasional bagi JICT. Hal ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam mencapai operational excellence di setiap layanan pelabuhan.

Investasi ini bukan sekadar mengganti alat lama dengan model baru. Melainkan juga memperbesar ruang gerak JICT untuk meningkatkan efisiensi, memangkas downtime, dan memberikan layanan lebih cepat kepada pelanggan.

Budi menegaskan, tujuan JICT adalah memastikan terminal tetap menjadi pilihan utama. Dengan begitu, JICT mampu mempertahankan posisi kompetitif di industri pelabuhan domestik maupun internasional.

Elektrifikasi Armada Mendukung Agenda Green Port

Selain fokus pada produktivitas, penggunaan alat EV juga mendukung agenda keberlanjutan JICT. Pemanfaatan energi listrik dinilai dapat mengurangi emisi gas buang, menurunkan polusi suara, dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja.

“Pelabuhan masa depan harus bersih, cerdas, dan efisien,” ujar Budi Cahyono. Ia menekankan, penggunaan alat EV merupakan bagian dari perjalanan JICT menuju standar green port yang menjadi tuntutan global.

Kehadiran alat EV juga memperlihatkan komitmen JICT terhadap inovasi teknologi. Penggunaan energi listrik memungkinkan perawatan lebih sederhana dan umur pakai alat lebih panjang dibandingkan mesin berbahan bakar fosil.

Dengan investasi ini, JICT tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional. Namun, juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh tenaga operasional pelabuhan.

Pemanfaatan EV di terminal juga berpotensi menekan biaya operasional jangka panjang. Efisiensi energi dan minimnya perawatan mekanik menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan.

Selain itu, pengurangan emisi gas buang turut mendukung program pengendalian polusi di kawasan pelabuhan. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menciptakan pelabuhan yang ramah lingkungan.

JICT berencana terus menambah unit EV di masa mendatang. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh operasi terminal dapat berjalan secara berkelanjutan dan hemat energi.

Budi menambahkan, keberhasilan implementasi alat EV akan menjadi benchmark bagi pelabuhan lain di Indonesia. JICT bertekad menjadi pelopor green port yang bersih, cerdas, dan efisien di kawasan regional.

Peningkatan Produktivitas dan Kecepatan Layanan

Kehadiran unit EV juga memberi keuntungan signifikan dalam produktivitas terminal. Side Loader dan Reach Stacker EV memungkinkan proses bongkar muat petikemas berjalan lebih cepat dan presisi.

Tingkat kesiapan alat yang lebih tinggi membantu mengurangi downtime. Dengan begitu, JICT dapat meningkatkan kecepatan layanan kepada pelanggan secara konsisten.

Teknologi EV juga memungkinkan monitoring dan pengendalian alat lebih mudah. Operator dapat memaksimalkan performa alat tanpa harus menghadapi kendala mekanik yang sering terjadi pada mesin konvensional.

Penambahan alat ini diharapkan membuka ruang bagi JICT menangani volume petikemas yang terus meningkat. Hal ini penting untuk menjaga reputasi sebagai terminal yang responsif dan andal.

JICT juga menekankan bahwa modernisasi alat sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang. Fokus pada efisiensi dan keberlanjutan akan menjadi pilar utama operasional terminal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya JICT mempertahankan posisi sebagai terminal pilihan. Keunggulan dalam kecepatan layanan dan kapasitas operasional menjadi daya tarik utama bagi pengguna jasa.

Dengan alat EV, JICT mampu merespons perubahan permintaan pasar secara lebih fleksibel. Hal ini memberikan keuntungan kompetitif dibandingkan terminal lain yang masih bergantung pada mesin konvensional.

Budi menegaskan, peningkatan produktivitas tidak hanya soal jumlah alat, tetapi juga kualitas operasional. EV memungkinkan konsistensi performa tinggi dan layanan prima bagi semua pelanggan.

Dengan modernisasi alat EV, JICT menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan industri pelabuhan masa kini. Inovasi ini menggabungkan produktivitas tinggi, efisiensi energi, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Investasi strategis ini menjadi langkah penting JICT dalam memperkuat daya saing di tingkat regional maupun global. Pelabuhan yang bersih, cerdas, dan efisien kini bukan lagi sekadar konsep, tetapi realitas yang diterapkan di lapangan.

JICT membuka jalan bagi era baru operasional pelabuhan di Indonesia. Kombinasi teknologi listrik, manajemen modern, dan orientasi keberlanjutan menjadi kunci utama keberhasilan jangka panjang.

Terkini