JAKARTA - Asia Tenggara tidak hanya dikenal melalui keindahan alam dan tradisinya, tetapi juga lewat ragam kuliner yang mampu memikat siapa saja. Vietnam menjadi salah satu negara di kawasan ini yang kulinernya semakin diperhitungkan dan digemari di berbagai belahan dunia.
Keunikan makanan Vietnam lahir dari sejarah panjang dan interaksi budaya yang kuat, terutama pengaruh Prancis yang kemudian diolah ulang oleh masyarakat lokal. Dari proses inilah tercipta hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga terasa ringan, sehat, dan menyegarkan di lidah.
Artikel ini akan mengajak pembaca melihat makanan khas Vietnam dari sudut pandang kekayaan cita rasa dan sejarah di baliknya. Setiap sajian memiliki cerita, teknik memasak, serta karakter rasa yang membedakannya dari kuliner Asia Tenggara lainnya.
Perpaduan Sejarah dan Cita Rasa dalam Kuliner Vietnam
Kuliner Vietnam berkembang seiring perjalanan waktu dan dinamika sosial masyarakatnya. Pengaruh asing tidak menghilangkan identitas lokal, justru memperkaya teknik serta komposisi bahan yang digunakan.
Salah satu contohnya adalah penggunaan roti baguette, mie, hingga teknik pengolahan kaldu yang mendalam. Semua unsur tersebut kemudian dipadukan dengan rempah segar, sayuran, dan bumbu khas Vietnam.
Makanan Vietnam dikenal tidak terlalu berminyak dan banyak menggunakan bahan segar. Hal ini menjadikan hidangannya cocok bagi berbagai kalangan, termasuk mereka yang mengutamakan pola makan seimbang.
Pho, Hidangan Berkuah yang Menjadi Ikon Vietnam
Pho merupakan makanan khas Vietnam yang paling mudah dikenali dan sudah mendunia. Cita rasanya gurih, asin, serta menyegarkan sehingga membuat banyak orang jatuh cinta sejak suapan pertama.
Hidangan berkuah ini telah dikenal sejak abad ke-19 dan menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat Vietnam. Satu mangkuk pho terdiri dari mie putih yang disiram kuah kaldu, lalu dilengkapi irisan daging sapi atau ayam, daun ketumbar, dan tauge.
Popularitas pho membuatnya mudah ditemukan di hampir semua restoran Vietnam. Setiap daerah memiliki sentuhan rasa tersendiri, meski tetap mempertahankan karakter dasarnya.
Ragam Roti dan Olahan Tepung yang Menggugah Selera
Banh mi menjadi bukti nyata akulturasi kuliner Prancis dan Vietnam. Roti baguette ini diisi acar kubis, wortel, daging, daun ketumbar, dan cabai sehingga menciptakan rasa yang seimbang antara gurih dan segar.
Menu ini kerap disantap sebagai sarapan karena praktis dan mengenyangkan. Banh mi juga mudah ditemukan di berbagai sudut kota sebagai makanan jalanan.
Selain itu, ada banh cuon yang sekilas mirip choipan khas Tiongkok. Hidangan ini menggunakan kulit dari adonan tepung beras yang dikukus dan diisi sayuran serta daging cincang.
Banh cuon biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng renyah dan saus khas Vietnam. Sajian ini bisa dinikmati sebagai camilan maupun makanan pembuka.
Banh xeo menjadi hidangan lain berbahan dasar tepung yang menarik perhatian. Warna kuning cerahnya berasal dari campuran tepung beras, santan cair, dan kunyit yang dimasak menyerupai dadar.
Isian banh xeo terdiri dari udang, irisan tumis daging, serta tauge yang memberikan tekstur segar. Bentuknya yang mirip dadar membuat makanan ini sering disebut sebagai dadarnya Vietnam.
Olahan Mie, Nasi, dan Camilan Khas Vietnam
Cao lau kerap disalahartikan sebagai pho karena sama-sama menggunakan mie putih. Padahal, cao lau memiliki karakter rasa dan penyajian yang berbeda.
Isian cao lau terdiri dari irisan daging ayam, ikan, jeroan, daun selada, irisan jahe, dan daun ketumbar. Bumbu tambahannya menggunakan saus ikan dan perasan jeruk nipis agar rasanya lebih segar.
Banh kot hadir sebagai camilan berukuran kecil yang praktis. Pancake mini ini terbuat dari tepung dan diberi topping udang serta sayuran.
Porsinya yang mungil membuat banh kot hanya bisa dimakan dalam satu gigitan. Meski kecil, rasanya cukup nagih dan sering disajikan sebagai makanan ringan.
Com rang merupakan nasi goreng khas Vietnam yang tampilannya sederhana. Namun, dari segi aroma dan rasa, kuliner ini menawarkan keunikan tersendiri.
Bumbu yang digunakan meliputi minyak wijen, saus tiram, lada, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, cabai hijau, dan garam. Untuk menambah tekstur, com rang juga dilengkapi bia hanoi yang merupakan sayuran khas Vietnam.
Goi cuon dikenal sebagai camilan sehat yang sering dijadikan menu diet. Kuliner ini juga disebut Vietnamese Spring Roll dan memiliki tampilan transparan yang menarik.
Isinya berupa rice paper yang digulung bersama udang rebus dan sayuran kukus. Saat disantap, goi cuon dicelupkan ke dalam bumbu kacang khas Vietnam.
Cha gio adalah lumpia goreng khas Vietnam dengan isian sayuran dan daging. Rempah aromatik seperti daun mint atau daun ketumbar digunakan untuk memperkaya rasa.
Camilan gurih ini sangat populer dan bahkan dinobatkan sebagai makanan nasional Vietnam. Cha gio mudah ditemukan dari jajanan kaki lima hingga hidangan dalam acara pernikahan.
Sebagai penutup, ada bún ch? yang termasuk menu non halal. Hidangan ini berupa bihun yang disajikan bersama daging babi giling panggang yang dikaramelkan.
Bún ch? diperkirakan berasal dari Hanoi dan populer sebagai jajanan kaki lima pada abad ke-20. Berbeda dengan pho, hidangan ini disajikan kering tanpa kuah.