Listrik

PLN Percepat Pemulihan Listrik Pasca Banjir dan Longsor di Purbalingga Jawa Tengah

PLN Percepat Pemulihan Listrik Pasca Banjir dan Longsor di Purbalingga Jawa Tengah
PLN Percepat Pemulihan Listrik Pasca Banjir dan Longsor di Purbalingga Jawa Tengah

JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto bergerak cepat untuk memulihkan pasokan listrik bagi warga terdampak banjir dan longsor. Pemulihan dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, setelah sebagian besar jaringan mulai kembali normal secara bertahap.

General Manajer PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa hingga Selasa, 27 Januari 2026, sekitar 80 persen sistem kelistrikan telah pulih. Wilayah yang sudah menikmati aliran listrik secara bertahap mencakup Dusun Blambangan, Dusun Gunung Malang, Dusun Kaliurip, dan Dusun Serang Bawah, Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

PLN memprioritaskan percepatan pemulihan listrik untuk pelanggan yang terdampak langsung bencana. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal tanpa terganggu oleh mati listrik.

Dampak Bencana Terhadap Infrastruktur Listrik

Banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, malam itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur kelistrikan. Kerusakan mencakup 10 jaringan tegangan menengah (JTM), ambrolnya dua jaringan tegangan rendah (JTR), serta 10 tiang listrik yang tertimbun material longsor dan terseret arus banjir.

Selain itu, bencana turut memengaruhi 750 pelanggan dan 15 gardu distribusi di wilayah terdampak. Kondisi ini menuntut penanganan cepat agar pasokan listrik bisa segera normal kembali.

PLN menilai kerusakan tersebut cukup parah, namun langkah pemulihan dilakukan secara sistematis. Prioritas utama adalah jaringan yang melayani pelanggan terbanyak agar dampak sosial dapat diminimalkan.

Strategi Pemulihan Listrik PLN

Untuk mempercepat pemulihan, PLN menurunkan 37 personel gabungan. Tim ini terdiri atas tim Pelayanan Teknik (Yantek) ketenagalistrikan, tim teknik Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan UP3, serta mitra preventif korektif.

Pendekatan tim gabungan ini memastikan bahwa perbaikan dilakukan cepat dan tepat. Setiap tim memiliki tugas khusus mulai dari perbaikan jaringan, pengangkatan tiang listrik yang tertimbun, hingga pemulihan gardu distribusi.

PLN juga mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat proses penormalan. Fokus utama adalah melayani sekitar 150 pelanggan di wilayah Dusun Gunung Malang dan sebagian Dusun Kaliurip yang masih mengalami gangguan.

Proses pemulihan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan tim dan warga. Selain itu, PLN memastikan kualitas listrik yang disalurkan tetap aman dan stabil.

Dampak Positif Pemulihan Listrik bagi Warga

Dengan sebagian besar jaringan kembali normal, warga dapat beraktivitas sehari-hari tanpa gangguan listrik. Anak-anak dapat kembali belajar dengan penerangan memadai, dan kegiatan ekonomi lokal pun perlahan pulih.

Pemulihan listrik juga mendukung layanan publik lainnya, termasuk fasilitas kesehatan dan komunikasi. Hal ini menjadi kunci untuk memulihkan kehidupan masyarakat pasca-bencana.

Selain itu, proses cepat PLN menciptakan rasa aman dan percaya diri di kalangan warga terdampak. Mereka menyadari bahwa pelayanan listrik dapat diandalkan bahkan saat kondisi darurat.

Langkah PLN ini juga menunjukkan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi bencana alam. Penanganan bencana yang terstruktur menjadi contoh bagi manajemen risiko di sektor energi.

Langkah Preventif PLN Pasca-Bencana

Selain pemulihan, PLN menekankan pentingnya langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan di masa mendatang. Mitra preventif korektif dilibatkan untuk memastikan jaringan listrik lebih tahan terhadap banjir dan longsor.

Tim PLN juga melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi gardu dan tiang listrik yang terdampak. Langkah ini dilakukan agar infrastruktur lebih kuat dan pelayanan listrik tetap andal di musim hujan berikutnya.

Selain itu, PLN menyiapkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini penting untuk meminimalkan risiko bencana dan memastikan respon cepat saat terjadi gangguan listrik.

Pemulihan dan langkah preventif ini sekaligus memperkuat citra PLN sebagai penyedia layanan listrik yang profesional. Warga dan pelanggan dapat melihat keseriusan perusahaan dalam menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan listrik.

Dengan kerja cepat dan terkoordinasi, PLN memastikan dampak bencana terhadap listrik dapat diminimalkan. Pemberdayaan tim gabungan dan pemanfaatan sumber daya maksimal menjadi kunci keberhasilan pemulihan.

Pemulihan listrik yang cepat juga mendukung ekonomi lokal. Usaha kecil dan menengah yang sempat terhenti akibat mati listrik kini bisa kembali beroperasi dengan normal.

Selain itu, warga yang membutuhkan listrik untuk kegiatan rumah tangga harian pun tidak lagi mengalami gangguan. Hal ini meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat pasca-bencana.

PLN juga mengedepankan komunikasi yang transparan dengan pelanggan. Informasi pemulihan listrik disampaikan secara berkala agar warga dapat menyesuaikan aktivitas mereka.

Kesigapan PLN dalam menangani banjir dan longsor di Purbalingga menjadi contoh manajemen bencana yang efektif. Penanganan yang tepat waktu memastikan bahwa dampak sosial dan ekonomi dapat diminimalkan.

Dengan pemulihan sekitar 80 persen jaringan listrik, warga Dusun Blambangan, Gunung Malang, Kaliurip, dan Serang Bawah kini mulai menikmati aliran listrik. Layanan ini diharapkan terus meningkat hingga seluruh wilayah pulih sepenuhnya.

PLN berkomitmen untuk terus mempercepat pemulihan dan memastikan jaringan listrik aman serta handal. Kolaborasi tim gabungan dan langkah preventif menjadi fondasi strategi PLN menghadapi bencana alam di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index